Showing posts with label cedharr. Show all posts
Showing posts with label cedharr. Show all posts

Friday, August 19, 2011

SEMALAM DI LAPANGAN MABES POLRI JAKARTA

 

 Dua 'anggota' badan inteljen Amerika datang di lapangan mabes Polri, kondisi jadi aman terkendali.
(Ssst... hanya ada di Indonesia seorang intel mengaku secara terang-terangan hehehe....).


 Penonton yang tidak tahan menahan kantuk. Mereka tidur dengan alas sekadarnya;
selembar tikar yang dibeli seharga Rp 5000 bahkan di atas selembar koran...

 Seorang pedagang minuman keliling sedang menghitung uang hasil penjualan.
Dia tepat berada di samping kiri saya, sehingga agak sulit menskets karena jarak yg terlalu dekat.

Hampir jam 3 dini hari, anakku baru terlelap meski hanya sebentar.
Ini merupakan kali pertama dia tidur selarut itu dan juga pertama kalinya dia ikut melihat pagelaran wayang secara langsung. Sepertinya, bukan pagelaran yang menjadi fokus perhatian tetapi sisi bermain bersama teman sebaya rupanya lebih mengasyikan.. ...

Drawing pen di atas Canson creative sketch journal, size A4

Wednesday, August 17, 2011

IT'S TIME FOR BLUES

Senin 15 Agustus 2011 sore, kami berlima dari IS (saya, Atit, Tony, Yanuar dan Aga bersama komunitas Break Time Community on air bareng di Trax FM, Sarinah Building Lt 8. Kemudian dilanjut dg interview seputar IS pada malam harinya.
Skets ini saya ambil saat Break Time membawakan lagu2 irama blues yg manis dalam acara kuiz.
Suasana saat skets bersama. (Foto Atit)

Wednesday, March 24, 2010

SEPUTAR PASSER BAROE JKT

Pagi yang cukup cerah pada 23 Maret 2010, sambil jalan pulang saya menyempatkan sketch hunting di Senen dan Passer Baroe. Sebenarnya banyak obyek menarik untuk diskets, karena pertimbangan kondisi tubuh setelah tidur larut malam saya hanya pilih beberapa objek yg memiliki daya tarik kuat saja. Berikut bbrp skets yg sy hasilkan:

Gedung Kuno Pizza Hut, merupakan satu-satunya gedung kuno yg masih diperertahankan di kawasan Atrium Senen. Sebelum kompleks Atium Senen dibangun, di sekitar ini banyak berdiri bangunan kuno sejenis dan gedung ini dipertahankan sebagai pertanda akan keberadaan kawasan tersebut pada masa lalu. Karena bentuknya yang antik keberadaan gedung ini menjadi sangat mencolok.
(Kenko Hi-Tech-h gel pen #0,28, Cotman water color di atas Plain Note Book A6)

Gereja Ayam, demikian masyarakat sekitar menyebutnya. Disebut demikian karena bentuk ayam pada arah mata anginnya. Bangunan ini sudah berumur sekitar 150-an tahun. Sekarng masih aktif digunakan untuk kebaktian umat kristiani. Saya mensektsnya dari bawah pepohonan yang rimbun dan teduh dengan semilir angin yang cukup membuat orang mengantuk.
(Kenko Hi-Tech-h gel pen #0,28, Cotman water color di atas Canson creative Sketch Journal A4)

Seekor anjing hitam di pelataran Gereja Ayam. Satu dari dua anjing yang saya temukan di halaman gereja, satunya lagi warna coklat kemerahan. saya belum sempat menyeketnya karena sudah kabur entah kemana.
(Kenko Hi-Tech-h gel pen #0,28, Cotman water color di atas Plain Note Book A6)

Antrean Bajaj di gerbang Passer Baroe. Saya mensketsnya dari atas jembatan busway.
(Kenko Hi-Tech-h gel pen #0,28, Cotman water color di atas Canson creative Sketch Journal A4)

 
Gedung Kesenian Jakarta. Saya skets sekitar satu bulan yang lalu, pada malam hari saat menjemput istri setelah pagelaran tari bertajuk Paragreg dari sanggar tari DLDC. Penerangan saat saya menskets hanya dari lampu jalan karena saya berada di luar pagar gedung. Saya pun tidak bisa menyelesaikannya karena gerimis mulai turun dan mulai membasahi sketchbook saya.
(Kenko Hi-Tech-h gel pen #0,28, Cotman water color di atas Plain Note Book A6)

Sunday, March 21, 2010

SEPUTAR KALI BESAR, JAKARTA

Kawasan Jakarta Kota kaya dengan gedung-gedung beraksitektur Eropa lama yang sangat indah dengan detail bangunan serta ornamen yang memesona. Namun seperti kota2 lainnya, banyak pula gedung yg indah itu tidak terawat dengan baik, kondisinya memperihatinkan dan terlantar.
Bila melihat dari sisi geografisnya, kawasan Jakarta Kota hampir mirip dengan kawasan Kota Lama di Semarang. Menurut sejarah pada zaman Penjajahan Belanda dulu, kawasan tersebut merupakan kawasan pergudangan yang dekat dengan pelabuhan besar. Agar barang dari kapal bisa sampai di gudang, diciptakan kanal-kanal untuk dilalui perahu yang membawa barang dari kapal ke gudang. Tetapi sekarang semua kanal sudah tidak bisa lagi dilalui perahu karena pendangkalan dan sistem pengairan yang buruk. Yang tersisa hanyalah aliran sungai yang kotor dan nyaris tidak mengalir serta bau yang cukup menyengat...

Berikut beberapa gedung yang saya skets saat saya lewat di sekitar Kali Besar Jakarta.

 Gedung Asuransi Jakarta, Kota

Nama Gedung tidak tahu, terletak sekitar 50 m dari gedung asuransi.
Keduanya berada di tepi Kali Besar.

Bayangan saya di Kali Besar yg cukup kotor dan agak bau...


Toko Merah, dindingnya yg dibuat dari batu bata merah yg tersusun rapi menjadi ciri kuat gedung ini.

Beberapa foto saat menskets:

Sunday, November 22, 2009

KLENTHENG SAM POO KONG, SEMARANG-JAWA TENGAH

Awal November 2009 lalu saya menyempatkan pulang ke kota kelahiran saya, Semarang dan meluangkan waktu untuk menskets Klenteng Gedong Batu atau lebih dikenal Klentheng Sam Poo Kong. Konon pemerintah Cina sendiri menjadikan klentheng Sam Poo Kong ini sebagai tujuan utama kunjungan pariwisata disamping tempat wisata lain di Indonesia.
Bagi saya Klentheng ini sangat familier, disamping letaknya yang memang cukup dekat dengan tempat tinggal saya, klentheng ini juga sebagi tempat bermain saat saya masih kecil. Apalgi saat perayaan Sam Poo Taijin dimana selama satu bulan penuh ada pertunjukan wayang kulit seharian baik siang maupun malam harinya sebelum acara puncak berupa permainan liong dan barongsai yang diarak sepanjang jalan menuju klentheng.
Dulunya, klentheng ini dibangun sebagai penghormatan kepada Laksamana Cheng Ho, seorang pelaut dan duta dari negeri Cina yang singgah di Pulau Jawa sekitar zaman Kerajaan Majapahit (abad 15 M). Peristiwa itu diabadikan pada sebuah relief yang terletak di bagian belakang klentheng induk. Saya sempat membuat foto dokumentasi (sayang saya tidak melakukan skets) sebelum area itu ditutup untuk pengunjung umum dan hanya para umat kong hu chu yang akan melakukan sembahyangan dan orang yang diberi izin khusus diperbolehkan masuk.
Sejak saya kecil, sekitar tahun 1970-an sampai sekarang terjadi perbaikan dan restorasi, tetapi sekitar tahun 2002 secara bertahap terjadi perombakan total terhadap klentheng tersebut. Bangunan lama di rubuhkan dan diganti dengan bangunan baru yang memang jauh lebih megah! Bagi saya pibadi terdapat sesuatu yang hilang setiap kali saya mengunjungi klentheng ini. Sebuah kenangan lama yang indah tak akan tergantikan dengan suasana macam apapun meski suasana itu jauh lebih mewah dan megah!
Saya sempat mengabadikan bangunan lama ini dalam buku skets saya, sekitar akhir th 2001 dan awal 2005. Mungkin skets tersebut akan memberikan gambaran sekilas tentang kondisi klentheng Sam Poo Kong versi lama, meski hanya bagian depan pada sisi utara dan selatan gerbang masuk area klentheng.


Gerbang Selatan Klentheng Sam Poo Kong (sketch on location pada Desember 2001)


Gerbang Utara Klentheng Sam Poo Kong (sketch on location pada Desember 2001)


Patung singa di Gerbang Utara Klentheng Sam Poo Kong (sketch on location pada Desember 2001). Patung singa buatan th 1938 sampai sekarang masih utuh, saat ini diletakkan di depan halaman klenteng dan tidak lagi sebagai patung penjaga pintu gerbang.


Gerbang Utara Klentheng Sam Poo Kong dalam watercolor sketch (sketch on location pada April 2005). Saat saya mensket bangunan ini, pintu gerbang selatan sudah dibongkar. setahun kemudian saat saya dating lagi bangunan ini sudah hilang!

Klentheng Sam Poo Kong Sekarang.



Bangunan utama/induk dengan patung Laksamana Cheng Ho di halaman depan (sketch on location pada Oktober 2008)


Lanskap Klentheng Sam Poo Kong, dari pintu gerbang selatan sampai gerbang utara serta beberapa sketsa detail lampion, tempat sampah dan sepasang patung singa penjaga gerbang versi lama.(sketch on location pada Novenber 2009)


Pintu Gerbang Utara (sketch on location pada Novenber 2009)



Pintu Gerbang Selatan (sketch on location pada Novenber 2009) dengan detail patung singa penjaga gerbang.


Patung Laksamana Cheng Ho dengan delapan patung dewa pelindung lautan yang mengelilinginya. Bagian kiri atas merupakan detail ornamen handel pintu gerbang bagian selatan. (sketch on location pada Novenber 2009)


Potret saya saat melakukan skets lokasi di halaman klentheng dengan pintu gerbang selatan sebagai objeknya.

Monday, November 9, 2009

PERANG PAPAN REKLAME



 


Jumat 23 Oktober 2009 pk. 10.00 WIB saya mengantar istri dan anak bungsu saya ke tempat kelompok belajar dan bermain di Mal Cilandak Jakarta Selatan.


Selama menunggu acara selesai, saya menyempatkan diri untuk menskets tiga papan reklame dari produsen makanan cepat saji yang berada di halaman depan mal.


Ketiga franchise ini seakan bersaing untuk memperebutkan pangsa pasar yang memang sangat potensial. Hampir di setiap mal di kota-kota besar di Indonesia selalu terdapat ketiga franchise ini dan selalu ramai pengunjung!