Friday, August 19, 2011

SEMALAM DI LAPANGAN MABES POLRI JAKARTA

 

 Dua 'anggota' badan inteljen Amerika datang di lapangan mabes Polri, kondisi jadi aman terkendali.
(Ssst... hanya ada di Indonesia seorang intel mengaku secara terang-terangan hehehe....).


 Penonton yang tidak tahan menahan kantuk. Mereka tidur dengan alas sekadarnya;
selembar tikar yang dibeli seharga Rp 5000 bahkan di atas selembar koran...

 Seorang pedagang minuman keliling sedang menghitung uang hasil penjualan.
Dia tepat berada di samping kiri saya, sehingga agak sulit menskets karena jarak yg terlalu dekat.

Hampir jam 3 dini hari, anakku baru terlelap meski hanya sebentar.
Ini merupakan kali pertama dia tidur selarut itu dan juga pertama kalinya dia ikut melihat pagelaran wayang secara langsung. Sepertinya, bukan pagelaran yang menjadi fokus perhatian tetapi sisi bermain bersama teman sebaya rupanya lebih mengasyikan.. ...

Drawing pen di atas Canson creative sketch journal, size A4

Wednesday, August 17, 2011

IT'S TIME FOR BLUES

Senin 15 Agustus 2011 sore, kami berlima dari IS (saya, Atit, Tony, Yanuar dan Aga bersama komunitas Break Time Community on air bareng di Trax FM, Sarinah Building Lt 8. Kemudian dilanjut dg interview seputar IS pada malam harinya.
Skets ini saya ambil saat Break Time membawakan lagu2 irama blues yg manis dalam acara kuiz.
Suasana saat skets bersama. (Foto Atit)

Thursday, June 16, 2011

PEOPLE IN THE TRAIN

Ini merupakan kumpulan skets saat saya melakukan perjalanan dengan keretapi. Sangat beda sekali suasana kereta saat perjalanan siang dan malam dan sangat berbeda pula suasananya di dikedua kelas yang berbeda.
Pada saat malam hari pada situasi padat penumpang , keretapi bisnis laksana motel berjalan. Sebagian penumpang berusaha tidur dengan berbagai cara serta gaya masing-masing. Memang, keretapi di negeri kita tidak menyediakan ruang khusus untuk itu. bagi yang kebagian tempat duduk mereka tidur di kursi dan mereka yang tidak kebagian tempat duduk di lantai pun jadi, bahkan toilet!

 
 

 
Me...

Saturday, June 11, 2011

PENGAMEN SERIUS


Saat pulang dari Bekasi, saya mendapat satu suguhan permainan instrumentalia biola dari seorang pengamen jalanan. Caramemainkannya cukup seris dan bisa dinikmati. Jarang kita menemukan jenis pengamen seperti ini. Umumnya mereka melantunkan lagu2 pop dengan iringan alat musik yg alakadarnya. Saya sempet 'merekamnya' dalam sketchbook saya...



Monday, June 6, 2011

PAGELARAN WAYANG DI JAKARTA (SKETCH SERIES)

Skets ini saya buat saat pagelaran wayang semalam suntuk di Jakarta pada waktu dan tempat yang berbeda, tetapi animo masyarakat yang sebagian berasal dari Jawa Tengah sangat luar biasa. Pagelaran ini tidak hanya sebuah tontonan atau hiburan belaka tetapi sekaligus sebagai kelangenan dan momen yang agak jarang. Sebagian penonton ada yang berpakaian tradisional lengkap, beskap, sorjan, blangkon juga selop, seakan mereka berusaha keluar dari dunia nyata, hirup pikuk metropolitan yg sehari-hari mereka hadapi. Ya, meski hanya semalam tetapi mampu menumbuhkan kesegaran dan spirit baru menghadapi dunia nya keesokan harinya...
Saya ingin mencoba menangkap moment ini dengan segala dinamikanya meski dalam keterbatasan suasana terutama penerangan yang minim tanpa lampu khusus yang biasa saya bawa saat saya melakukan nigh sketching. Selamat menikmati...

Pagelaran wayang kulit dengan dalang Ki Manteb Sudarsono di lapangan upacara markas besar Marinir Cilandak. Penonton disini terlihat rapi dan sopan, mungkin atmosfir militer yang membuat situasi menjadi begini. Memang saat masuk lokasi penjagaan cukup ketat, pakaian rapi, tidak boleh bersandal japit, jaket dan topi dilepas dan motor parkir di luar area. Penonton terbagi menjadi 3 bagian, paling depan terdiri dari kursi2, Bagian belakang dibuat panggung bertingkat dan beratap terpal sedang sayap kanan dan kiri penonton yang tidak kebagian tempat duduk, mereka berdi atau duduk.


 

Canson sketchbook A6 dan Drawing Pen # 0.05.

 Rawat karang gigi seperti ini pasti jauh dari standar higienis kesehatan dan cukup berisiko. Tetapi selalu ada pangsa pasar, terutama mereka yang berdompet tipis serta pengetahuan akan higienitas yang rendah.

Gurah mata dengan menggunakan peralatan yang dipakai secara masal dan pembersih ala kadarnya.

Muji sketchbook B5 dan Drawing Pen # 0.05 dan 0.1 

Bekam dengan tanduk yang diyakini (sesuai poster yang dipajang) dapat menyembuhkan berbagai penyakit, baik medis dan non medis. Jenis penyakit medis sudah jelas, seperti asam urat, darah tinggi, stroke dll. Jenis non medis agak unik seperti kena guna-guna, pengasihan, pemikat kekasih, gendam asmara, penangkal diri, gangguan roh jahat dll. Kepercayaan akan kasiat terapi ini, semua kembali kepada khalayak...
Pada malam itu terdapat satu jenis terapi, yakni dengan menggunakan lintah. Sepertinya malam itu jasa ini sepi bahkan tidak laku semalaman. Mungkin para pengunjung geli dan jijik melihat binatang satu ini. Ada kemauan kuat untuk mensket tapi saya tidak tahan melihat binatang2 yang bertumpuk dalam sebuah kotak! Hiii....
Sayang saya tidak bisa mendekati panggung pertunjukan dan mensketsanya karena saya berada jauh di belakang dan tidak memungkinkan untuk mendekati panggung karena penonton yang berjubel. Maklum dalang kali ini adalah Ki Anom Suroto beserta putranya Bayu Aji.

Canson sketchbook A4 dan Ballpoint pilot hitam

Wednesday, October 27, 2010

REPARASI SEPATU

Bang Aas, panggilan bapak ini yang berasal dari garut dan berprofesi sebagai tukang reparasi sepatu, tas, jaket dll. Beliau merantau ke Jakarta sejak tahun 1998. Sebelumnya dia bermukim di kawasan Pulo Gadung sebelum akhirnya nmenempati sebuah sudut di bagian atas Taman Puring yang merupakan sentra jual beli baik barang baru maupun sekon dengan harga yang cukup miring. Saat ini, Bang Aas ditemani oleh seorang kerabat yang juga berprofesi sama dengannya.

Tuesday, October 26, 2010

DINAMIKA PASAR MAYESTIK

Dua kali saya menskets Pasar Mayestik dengan sudut pandang yang hampir sama, dan dua kali juga saya mendapatkan obyek yang nyaris berbeda.
Pertama, saya skets pada 6 November 2009 pkl. 17.24 WIB dimana bangunan induk tempat para pedagang berjualan berbagai macam barang dan jasa masih berdiri tegak.
Kedua; saya skets pada 28 September 2010 pkl. 15.53 dimana bangunan induk sudah diratakan dengan tanah dan diberi batas berupa pagar/dinding dari seng.
Tetapi ada satu hal yang hampir sama. yaitu posisi para pedagang di luar area gedung induk yang  tidak berubah dan hanya mengalami pengembangan tempat mereka berdagang.
Ini merupakan pasar ketiga di Jakarta yang sempat saya kunjungi, sebelumnya adalah Pasar Santak dan Pasar Cikini, dimana kedua pasar tersebut juga sudah berubah dan digantikan dengan bangunan baru yang lebih megah...