Berlokasi di sekitar perempatan Mampang Jaksel, saat saya berada di sebuah took frame. Di ini terlihat seorang tukang parkir yg sedang sibuk dg HP-nya, facebook-an kali… beberapa orang yg sedang menunggu angkot dan beberapa lagi yg sedang asyik nongkrong. Pada skets ini saya mencoba untuk ‘merekam’ secara cepat gesture yg ditampilkan objek, tanpa memikirkan detailnya. Hal ini karena objek yg saya skets selalu berubah pose secara tiba2.
Saya selalu tertarik dengan tanaman ini, Frangipani/semboja terutama bunga dan tekstur batangnya yg kasar. Tanaman ini tumbuh dalam sebuah jamban besar yang diletakkan di depan kamar hotel tempat saya menginap. Saya ambil skets ini sehabis magrib dengan penerangan yg cukup. Tetapi saya harus cepat menyelesaikannya karena nyamuk di sini begitu agresif menyergap dan menggigit seluruh badan saya…
Ini adalah sebuah storage untuk menyimpan bahan-bahan kimia yang mempunyai tingkat resiko tinggi terhadap bahaya kecelakaan. Di sini tidak boleh menyalakan korek api, merokok bahkan memotret. Saya lakukan skets ini sebagai bahan referensi visual untuk sebuah kampanye tentang safety dalam bentuk komik. Tidak boleh memotret, menskets pun jadi…
Saat pesawat akan membawa saya menuju Surabaya, beberapa saat berhenti di landasan free way untuk segera take off. Saat itulah dari jendela pesawat saya mencoba untuk mensket sebuah pesawat Lion Air yg sedang loading… Di dalam pesawat saya tidak melakukan kegiatan skets ini karena saya sudah mulai sibuk dg kamera yg saya bawa…
Penumpang yg sedang menunggu di ruang tunggu keberangkatan memiliki bermacam gesture dan karakter masing-masing. Ada yg terkesan buru-buru, gelisah, tenang-tenang saja bahkan diam tak bergerak terserangkantuk. Semuanya menjadi objek menarik untuk diskets. Seperti bapak yg berkacamata ini, saat saya mensketnya, bapak ini merasa kurang nyaman, sering bergerak dan selalu mencuri pandang ke arah saya. Rupanya bapak ini penasaran melihat aktivitas saya yg sering memandanginya. Akhirnya beliau pindah tempat duduk di belakang saya, dan saya pun berpindah ke objek lainnya. Ternyata benar, bapak berkacamata yg sekarang berada di belakang saya kedapatan mencuri pandang dengan menengok apa yg sedang saya lakukan. Saya bisa melihatnya dg jelas karena di depan saya kaca/cermin…..